Festival Tanglong menampilkan karya kreatif remaja Langgar Nurul Qiram Desa Masintan yang membuat miniatur Masjid Cheng Ho

Ditambahkan Pada Senin 16 Maret 2026
Dikunjungi 18 Kali
Berita
gambar

Festival Tanglong menampilkan karya kreatif remaja Langgar Nurul Qiram Desa Masintan yang membuat miniatur Masjid Cheng Ho sebagai bagian dari kemeriahan festival.

Jika yang dimaksud adalah masjid terkenal di Surabaya, yaitu Masjid Muhammad Cheng Hoo, maka miniatur tersebut biasanya dibuat dengan bentuk pagoda khas Tionghoa yang menjadi ciri masjid tersebut.

Karya Miniatur Masjid Cheng Ho dari Desa Masintan Mendapatkan Juara pada Festival Tanglong

  • JUARA 2 DI KECAMATAN HARUAI

  • JUARA 1 DI KECAMATAN KELUA

  • JUARA 2 DI KECAMATAN LAMPIHONG

Miniatur Masjid Muhammad Cheng Hoo yang dibuat oleh remaja Langgar Nurul Qiram dari Desa Masintan RT. 03 berhasil meraih juara dalam kegiatan Festival Tanglong.
Karya tersebut dibuat dengan penuh kreativitas dan kerja sama para remaja sehingga mampu menarik perhatian juri dan masyarakat yang hadir.

Sejarah Masjid Cheng Ho

Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah salah satu masjid unik di Indonesia yang memiliki arsitektur bernuansa Tiongkok. Masjid ini berada di Kota Surabaya dan menjadi simbol persaudaraan antara budaya Tionghoa dan Islam.

1. Latar Belakang Nama

Nama masjid ini diambil dari tokoh pelaut dan laksamana Muslim dari Tiongkok, yaitu Zheng He atau Cheng Ho.
Ia adalah seorang penjelajah terkenal pada abad ke-15 yang memimpin ekspedisi besar dari Tiongkok ke berbagai wilayah Asia, termasuk Nusantara. Dalam perjalanannya, Cheng Ho juga dikenal menyebarkan nilai-nilai Islam dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat.

2. Pembangunan Masjid

Masjid ini dibangun oleh organisasi masyarakat Tionghoa Muslim yaitu Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) bersama Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia.

  • Pembangunan dimulai sekitar tahun 2001

  • Masjid kemudian diresmikan pada tahun 2002

Masjid ini tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan budaya.

3. Keunikan Arsitektur

Masjid Cheng Ho memiliki bentuk yang berbeda dari masjid pada umumnya karena memadukan tiga unsur budaya:

  • Tiongkok → terlihat dari bentuk bangunan seperti kelenteng dan warna merah-hijau.

  • Islam → fungsi utama sebagai tempat ibadah umat Muslim.

  • Indonesia → ornamen dan makna persatuan budaya.

Bangunan masjid menyerupai pagoda dengan warna dominan merah, kuning, dan hijau yang melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan kedamaian.

4. Makna dan Peran

Masjid ini menjadi simbol:

  • Kerukunan antar budaya dan agama

  • Sejarah hubungan Tiongkok dan Nusantara

  • Bukti bahwa Islam dapat berkembang dengan berbagai budaya

Selain di Surabaya, konsep Masjid Cheng Ho juga kemudian dibangun di beberapa kota lain di Indonesia.

Kesimpulan:
Masjid Cheng Ho adalah masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol persatuan budaya Tionghoa dan Islam di Indonesia serta penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho yang pernah menjelajah Nusantara.

Bagikan Artikel

Temukan Kami

DESA MASINTAN RT. 06 KECAMATAN KELUA KABUPATEN TABALONG

Buka di Google Maps